Mengenal 2 Jenis Utama Penyakit Tiroid, Berikut Gejalanya

Tiroid merupakan organ kecil yang terletak di depan leher, dan melilit tenggorokan (trakea). Lebih lanjut, terdapat dua jenis utama penyakit tiroid, apa saja?

1. HipertiroidHipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin. Kondisi ini mempercepat metabolisme tubuh yang menyebabkan penurunan berat badan yang tidak direncanakan, dan membuat detak jantung tak teratur.

Mengutip Mayoclinic di situs mayoclinic.org, hipertiroid mampu meniru gejala gangguan kesehatan lainnya, sehingga menyulitkan dokter untuk mendiagnosa. Namun, secara umum hipertiroid dapat ditandai dengan:

1. Penurunan berat badan yang tidak disengaja, bahkan ketika nafsu makan dan asupan makanan tetap sama atau meningkat 2. Detak jantung cepat (takikardia), biasanya lebih dari 100 detak per menit. 3. Detak jantung tidak teratur (aritmia), dan jantung berdebar-debar (palpitasi) 4. Nafsu makan meningkat 5. Gugup, cemas, dan mudah tersinggung 6. Tremor, biasanya gemetar halus di tangan dan jari berkeringat 7. Perubahan pola menstruasi 8. Peningkatan kepekaan terhadap panas, perubahan pola buang air besar (terutama buang air besar yang lebih sering) 9. Kelenjar tiroid yang membesar (gondok), yang mungkin tampak sebagai pembengkakan di pangkal leher 10. Kelelahan, kelemahan otot, sulit tidur, penipisan kulit, rambut rapuh

2. HipotiroidHipotiroid merupakan kondisi di mana tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan metabolisme tubuh melambat, merasa kelelahan, menambahnya berat badan dan tidak bisanya tubuh mentolerir suhu dingin.

Mengutip Cleveland Clinic di situs clevelandclinic.org, gejala hipotiroid biasanya berkembang seiring waktu dengan gejala umum meliputi:

Merasa lelah, mengalami mati rasa dan kesemutan pada tangan, mengalami sembelit, bertambah berat badan, mengalami nyeri di seluruh tubuh (bisa termasuk kelemahan otot), memiliki kadar kolesterol darah di atas normal, merasa depresi, tidak dapat mentolerir suhu dingin, memiliki kulit dan rambut yang kering dan kasar, mengalami penurunan minat seksual, mengalami periode menstruasi yang sering dan berat, melihat perubahan fisik di wajah (termasuk kelopak mata yang terkulai, serta bengkak di mata dan wajah), suara menjadi lebih rendah dan serak, dan merasa lebih pelupa.

DELFI ANA HARAHAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.