Mengapa LJK Hanya Boleh Diisi dengan Pensil 2B?

Lembar Jawaban Komputer (LJK) masih menjadi salah satu opsi untuk menginput jawaban peserta ujian, terutama di beberapa wilayah yang belum tersentuh jaringan internet. Biasanya peserta diwajibkan untuk menggunakan pensil 2B untuk mengisi LJK.

Pada awalnya, pensil digunakan untuk menulis murni terbuat dari grafit. Namun grafit yang digoreskan ke atas media tulis mudah patah, terlalu lembut, dan kotor. Melansir dari pencilsdirect.co.uk, untuk meminimalkan atau menghilangkan sama sekali problem tersebut, kemudian dibuatlah isi pensil berbahan grafit yang dicampur dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras.

Pencampuran kedua bahan tersebut kemudian menciptakan beragam jenis pensil. Semakin banyak atau semakin sedikit salah satu komponen, akan menghasilkan tekstur dan tingkat kegelapan yang berbeda. Jenis pensil biasanya ditandai dengan kode angka, umumnya di Amerika Serikat, atau huruf.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal kode pensil dengan huruf, seperti H, 2B atau pun BB. Melansir dari pencils.com, secara garis besar ada 3 huruf untuk menandai jenis pensil, yaitu H, F, dan B. H adalah Hard yang artinya pensil memiliki isi yang keras. Skalanya antara 1H sampai 9H. Adapun F adalah fine. Pensil ini baik untuk menulis. Sedangkan B adalah Black. Untuk menunjukkan tingkat kehitaman isi pensil, skalanya mulai dari B, 1B, 2B, hingga 9B dan bahkan lebih.

Sebenarnya tidak ada patokan atau aturan dalam memilih dan menggunakan pensil. LJK biasanya mengharuskan diisi menggunakan pensil 2B karena hanya coretan pensil 2B yang bisa dibaca oleh komputer. Sebab skala grafit pensil yang terlalu tebal atau terlalu tipis tidak akan bisa dibaca oleh komputer.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *