Infeksi Liver Penyebab Meninggalnya Ameer Azzikra, Cek Macamnya

Putra kedua Almarhum Ustaz Arifin Ilham, Ameer Azzikra, meninggal dunia Senin dini, 29 Oktober 2021, karena infeksi liver. Ameer sempat koma dan masuk ke ruang Intensive Care Unit RS EMC Sentul.

Apa sebenarnya infeksi lever? Melansir dari laman mayoclinic.org, penyakit hati merupakan istilah luas yang mencakup semua masalah potensial yang menyebabkan hati gagal menjalankan fungsi yang ditentukan. Biasanya, lebih dari 75 persen atau tiga perempat jaringan hati terpengaruh sebelum terjadi penurunan fungsi. Apabila hati mengalami infeksi atau infeksi liver maka akan menyebabkan penyakit hati tersebut.

Berikut beberapa macam infeksi hati yang menyebabkan penyakit hati, dilansir dari berbagai sumber:

Penyakit hati berlemak nonalkohol Penyakit hati berlemak nonalkohol (NASH nonalcoholic steatohepatitis) menggambarkan akumulasi lemak di dalam hati yang dapat menyebabkan peradangan hati dan penurunan fungsi hati secara bertahap.

Hemokromatosis Hemokromatosis (kelebihan zat besi) adalah gangguan metabolisme yang menyebabkan peningkatan simpanan zat besi secara tidak normal dalam tubuh. Kelebihan zat besi dapat menumpuk di jaringan hati, pankreas, dan jantung, dan dapat menyebabkan peradangan, sirosis, kanker hati, dan gagal hati. Hemakromatosis adalah penyakit keturunan.

Penyakit WilsonPenyakit Wilson adalah penyakit keturunan lain yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme tembaga. Penyakit Wilson dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati.

Penyakit GilbertPenyakit Gilbert adalah terjadinya metabolisme bilirubin di hati. Ini adalah penyakit umum yang mempengaruhi hingga 7 persen populasi di Amerika Utara. Tidak ada gejala dan biasanya didiagnosis secara kebetulan ketika kadar bilirubin yang meningkat ditemukan pada tes darah rutin. Kendati begitu, penyakit Gilbert adalah kondisi jinak dan tidak memerlukan pengobatan.

Kanker hatiMelansir dari medicinenet.com, terdapat dua jenis kanker hati, yaitu primer dan sekunder. Kanker hati primer muncul dari struktur dan sel hati dan terdiri dari dua jenis, yaitu karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma. Sementara kanker hati sekunder atau kanker metastasik muncul dari organ lain yang menyebar ke hati, biasanya melalui aliran darah. Umumnya kanker ini tumbuh dari paru-paru, payudara, usus besar, lambung, dan pankreas.

Kelainan aliran darahSindrom Budd Chiari atau kelainan aliran darah adalah penyakit di mana gumpalan darah terbentuk di vena hepatik dan mencegah darah meninggalkan hati. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah hati, terutama vena portal. Tekanan ini dapat menyebabkan sel-sel hati mati dan sirosis dan gagal hati. Sindrom Budd Chiari dapat disebabkan oleh polisitemia atau jumlah sel darah merah yang meningkat secara tidak normal, radang usus, penyakit sel sabit, dan kehamilan.

Gagal jantung kongestifGagal jantung kongestif adalah kondisi di mana fungsi jantung yang buruk menyebabkan cairan dan darah kembali ke pembuluh darah besar tubuh dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan hati.

Batu empeduBiasanya empedu mengalir dari hati ke kantong empedu dan akhirnya ke usus untuk membantu pencernaan makanan. Jika aliran empedu terhambat, dapat menyebabkan peradangan di dalam hati. Paling umum, batu empedu dapat menyebabkan penyumbatan saluran yang mengalirkan empedu dari hati.

EnsefalopatihepatikEnsefalopati hepatik adalah meningkatnya kadar amonia karena hati tidak mampu memproses dan memetabolisme protein dalam makanan, sehingga menyebabkan kebingungan, lesu, dan koma.

HipertensiportalKarena hati memiliki pasokan darah yang begitu besar, kerusakan jaringan hati dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah di hati dan mempengaruhi aliran darah ke organ lain. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan limpa dan perkembangan varises atau pembengkakan pembuluh darah di saluran pencernaan, dari kerongkongan (varises esofagus) dan perut ke anus, berbeda dari pembengkakan pembuluh darah wasir.

HepatitisMelansir dari webmd.com, virus hepatitis adalah penyebab paling umum infeksi hati. Ada beberapa jenis hepatitis yaitu, hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis B disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang tercemar oleh kotoran. Penderita mungkin tidak memiliki gejala apapun, biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu enam bulan tanpa bahaya jangka panjang.

Hepatitis B biasanya ditularkan dari orang lain, seperti melalui hubungan seks tanpa kondom atau menggunakan obat-obatan dengan jarum suntik bersama. Jika berlangsung lebih dari enam bulan, penderita lebih mungkin terkena kanker hati atau penyakit lain.

Sedangkan Hepatitis C berasal dari darah yang terinfeksi dan masuk ke dalam darah. Penderita mungkin mendapatkannya jika menggunakan narkoba dengan jarum suntik bersama atau sehubungan dengan HIV. Gejala mungkin tidak muncul selama bertahun-tahun. Untuk alasan yang tidak begitu jelas, baby boomer berisiko terkena hepatitis C dan harus diuji.

Melansir dari healthline.com, hepatitis D adalah bentuk hepatitis serius yang hanya berkembang pada orang dengan hepatitis B dan tidak dapat tertular dengan sendirinya, bisa juga akut atau kronis. Sementara hepatitis E biasanya disebabkan oleh minum air yang terkontaminasi. Umumnya, jenis ini hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa komplikasi yang bertahan lama.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.